Mahasiswa Program Studi Farmasi STIKes Ar-Rum Salatiga mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Randuacir, Kota Salatiga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan serta pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Didukung oleh Dinas Kesehatan Kota Salatiga, program ini mencakup berbagai kegiatan edukatif dan praktik langsung di lingkungan warga.
Dalam ruang kelas, mahasiswa menggelar penyuluhan tentang pencegahan stunting dan anemia yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gizi dan kesehatan. Selain itu, penyuluhan mengenai DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) juga diberikan agar warga lebih bijak dalam penggunaan obat. Edukasi kesehatan kepada anak-anak TPA turut dilakukan guna menanamkan pola hidup sehat sejak dini.
Selain penyuluhan, mahasiswa juga mengadakan workshop pembuatan minyak angin aromaterapi. Workshop ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam membuat produk kesehatan berbasis bahan alami yang bisa digunakan sendiri atau dijadikan peluang usaha.
Di lingkungan Kelurahan Randuacir, mahasiswa turut serta dalam aksi nyata dengan menanam bayam Brasil dan memberikan penyuluhan tentang manfaatnya bagi kesehatan. Tanaman ini dikenal kaya akan nutrisi dan bisa menjadi alternatif sumber pangan sehat bagi warga. Selain itu, mereka juga melakukan pemeriksaan bak mandi di rumah warga serta memberikan abate sebagai upaya pencegahan demam berdarah.
Tak hanya itu, penyuluhan tentang tanaman obat keluarga (TOGA) juga dilakukan. Masyarakat diberikan edukasi tentang manfaat TOGA serta mendapatkan bibit tanaman agar bisa memanfaatkannya di rumah masing-masing. Dengan demikian, warga bisa lebih mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga dengan bahan alami.
Program KKN ini mendapat sambutan positif dari warga Randuacir. Masyarakat antusias mengikuti penyuluhan dan praktik pembuatan minyak angin aromaterapi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan serta mampu memanfaatkan sumber daya alam di sekitar mereka untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
KKN mahasiswa farmasi ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi kesehatan dan pemanfaatan tanaman obat dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dukungan dari Dinas Kesehatan dan partisipasi aktif masyarakat, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Randuacir.
Penulis : apt. Aria Sanjaya, M. Farm.